Teroris Bukan Mujahid dan Bukan Pula Mujtahid!
Posted by jalod99 | Filed under Renungan
Kaum muslimin, semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Di hari-hari ini kita bisa melihat dengan mata kepala kita, bagaimana sejarah perjuangan umat Islam kembali dinodai oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Dengan seenaknya mereka melakukan tindak pengeboman, penghancuran, serta berupaya untuk mengacaukan ketentraman negeri kaum muslimin dengan kedok jihad dan ijtihad. Padahal Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari apa yang mereka lakukan.
Read the rest of this entry »
Do’a Setelah Surat Al-Waqi’ah
Posted by jalod99 | Filed under Doa
اَللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِاْليَسَارِ,وَلاَتُوهِنَّابِاْلاِقْتَارِ , فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَاوَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ . اَللَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجْوُ هَنَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ . فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثالاثا) اَغْنِنَابِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ . وَهَبْ لَنَا بِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ مِنْ رِزْقِكَ اْلحَلاَلِ الطَّيِّبِ اْلمُبَارَكِ مَاتَصُوْنُ بِهِ وُجُوْهَنَاعَنِ التَّعَرُّضِ اِلَى اَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ وَاجْعَلِّ اللَّهُمَّ لَنَااِلَيْهِ طَرِيْقًاسَهْلاًمِنْ غَيْرِفِتْنَةٍوَلاَمِحْنَةٍوَلاَمِنَّةٍوَلاَتَبِعَةٍلاِحَدٍ ، وَجَنِّبْنَا اللَّهُمَّ اْلحَرَامَ حَيْثُ كَانَ وَاَيْنَ كَانَ وَعِنْدَ مَنْ كَانَ وَ حُلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ اَهْلِهِ وَاقْبِضْ عَنَّااَيْدِيَهُمْ وَاصْرِفْ عَنَّاوُجُوْهَهُمْ وَقُلُوْبَهُمْ حَتَّى لاَنَتَقَلَّبَ اِلاَّفِيْمَا يٌرْضِيْكَ وَلاَنَسْتَعِيْنَ بِنِعْمَتِكَ اِلاَّفِيْمَاتُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ ِبرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقُنَافِى السَّمَاءِفَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًافَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًافَقَرِّبْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًافَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ قَلِيْلاًفَكَثِّرْهُ وَاِنْ كَانَ مَعْدُوْمًافَاَوْجِدْهُ وَاِنْ كَانَ مَوْقُوْفًافَاَجْرِهِ وَاِنْ كَانَ ذَنْبًافَاغْفِرْهُ , وَاِنْ كَانَ سَيِّئَةًفَامْحُهَاوَاِنْ كَانَ خَطِيْئَةًفَتَجَاوَزْعَنْهَاوَاِنْ كَانَ عَثْرَةًفَاَقِلْهَاوَبَارِكْ لَنَا فِى جَمِيْعِ ذَلِكَ.اِنَّكَ مَلِيْكٌ مُقْتَدِرٌوَمَاتَشَاؤُهُ مِنْ اَمْرٍيَكُوْنُ (سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِعَمَّايَصِفُنَ . وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ .
DOA NABI HIDIR AS (Doa Menolak Bala)
Posted by jalod99 | Filed under Doa
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
دُ عَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم
اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللّطَفَاءِ وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَا نَتِ وَسَاوسُ الصدورِ كَاْلعَلاَ نِيَّة عِنْدَكَ ، وَعَلاَ نَّيِةُ اْلقَوْلِ كَالسَّر فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْء لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والاَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ . اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلَ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجَا وَمَخرَ جَا اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْركَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَُكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنا وَأَسْأ لك مُسْتَأنِسَا . وَإِنَّكَ الْمحْسِنُ إِلَّى ، وَأَنَا الْمُسِى إلى نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنَكَ ، تَتَوَدَدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى وَلَكِنَّ الثَّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجراءَةِ عَلَيْكَ فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسِانِكَ عَلَي إِنَّكَ أَنْتَ التَّوِابُ الَّرَحِيم وَصَلَ الله ُعَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
ALLAH SWT Haramkan Api Neraka Menyentuh Anggota Sujud
Posted by jalod99 | Filed under Renungan
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ، أَنْ تَأْكُلَ مِنْ ابْنِ آدَمَ، أَثَرَ السُّجُودِ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw :
“Allah haramkan api neraka menyentuh anggota sujud pada keturunan Adam” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Tunggal dan Maha Abadi. Cahaya yang menuntun hamba–hambaNya menuju kedamaian dunia dan akhirat, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, dan sesekali memunculkan musibah yang sementara bagi hamba-Nya demi ia mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Memberikan kepada hambaNya sedikit cobaan yang pahit dan kemudian memberikan baginya kebahagiaan yang abadi. Demikian rahasia Keagungan Ilahi bagi mereka yang mau bertafakkur bahwa usianya yang singkat jika dipenuhi musibah dan kesulitan tiada artinya dibanding kebahagiaan yang kekal karena tiada musibah yang abadi kecuali Kemurkaan Illahi Jalla Wa Alaa (Jalla wa ‘alaa : Maha Agung Kedahsyatan Nya dan Maha Luhur).
Cahaya kemuliaan yang menerangi jiwaku dan jiwa kalian dari kemuliaan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw, sang pembawa Kasih Sayang Allah. Yang dengan itu aku dan kalian dituntun kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga cahaya kedamaian menerangi wajahku dan wajah kalian, sanubariku dan sanubari kalian, nafasku dan nafas kalian didalam Cahaya Keridhoan Ilahi, didalam pengampunan dan tumbuhnya sifat–sifat luhur dari sanubari kita dan sirnanya segala keinginan–keinginan yang hina dari jiwa ini. Wahai Sang Pemilik Jiwa Yang Maha Menentukan setiap keadaan dan membolak–balikkan sanubari dan perasaan. Palingkan sanubari kami selalu dalam Cahaya Keluhuran yang abadi didalam keinginan selalu dekat dan rindu dengan-Mu Ya Rahman Ya Rahim.
Sampailah kita di malam hari yang diberkahi oleh Allah Swt ini. Dan Allah telah berfirman “Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaba man dassaahaa” manusia itu telah beruntung yang mensucikan dirinya dan mereka merugi yang terus menghinakan dirinya; QS. Asy-Syams : 9-10. “Qad aflaha man zakkaahaa” beruntunglah mereka yang selalu ingin mensucikan dirinya, mensucikan lisannya, mensucikan jiwanya, mensucikan anggota tubuhnya, mensucikan hartanya, mensucikan usia dan setiap nafasnya dan mereka selalu dalam keberuntungan, selalu dalam kemuliaan, keberuntungan dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, Keridhoan Allah Yang Maha Abadi. (Allah berfirman pula dalam surat Al A’laa) Qad aflaha man tazakkaa.. beruntung mereka yang mau mensucikan dirinya. “Wa dzakarasma Rabbihi fashallaa” dan mereka yg mau mensucikan Nama Allah, mensucikan Nama Tuhannya, mensucikan Nama yang menciptakannya, Yang Maha Berjasa kepadanya yang memberinya seluruh kenikmatan yang tidak bisa diberikan oleh makhluk satu sama lain. Kenikmatan panca indera, kehidupan dan semua ini adalah merupakan isyarat Kasih Sayang Allah memanggil kita untuk mengenal Cinta-Nya dan Kasih Sayang-Nya kepada kita.
“Wa dzakarasma Rabbihi fashallaa” (dan) dan mereka banyak melakukan shalat; QS. Al-A’laa : 15. Mereka tunduk kepada Allah. Mereka tahu shalat adalah penghadapan kehadirat Allah. Semakin seseorang cinta kepada Allah maka ia akan semakin asyik melakukan shalatnya. Semoga aku dan kalian selalu dibimbing Allah dengan cinta kepada-Nya dan perbuatan–perbuatan yang dicintai-Nya. Kita selalu mengadukan, selalulah mengadukan kelemahan kita dalam taat atas perintah Allah dan mengadukan kelemahan kita dalam menghindari larangan–larangan Allah. Yang dengan pengaduan dan pengakuan itu, Allah akan memberi kita kekuatan lebih dari kekuatan yang ada. Tergantung munajat dan harapan kita, dan Allah tidak akan mengecewakan para pendoa.
Hadirin–hadirat, (Allah meneruskan firman Nya swt) “bal tu-tsiruunal hayaataddunyaa wal akhiratu khairun wa abqaa” tapi banyak dari kalian lebih mementingkan kehidupan dunia dan akhirat itu lebih abadi; QS. Al-A’laa : 16-17). Akhirat itu kekal dan kehidupan setelah kematian itu abadi. Kehidupan yang kita lewati dari keguncangan, permasalahan, fitnah dan saling kecam satu sama lain, perpecahan antara muslimin, permusuhan antara muslimin. Ketahuilah!! Semua ini fana dan sirna. Yang Abadi adalah Allah dan Keridhoan-Nya. Inilah derajat tertinggi yang ditawarkan kepadaku dan kalian, inilah posisi yang paling mulia karena posisi ini abadi, pangkat ini abadi, kedudukan ini kekal didalam istana Kasih Sayang Ilahi. Ribuan dan triliyunan tahun, adakah kita menukarnya dengan hal yang remeh di muka bumi?.
Betapa Agungnya Rabbul Alamin memberikan Kasih Sayang-Nya kepada kita. Sebagaimana disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw, Allah mengharamkan api neraka untuk menyentuh anggota sujud dari keturunan Adam. “Harramallahu ‘alannaar anta-kula min ibn adam atsarassujud”. Anggota sujud diharamkan Allah untuk tidak disentuh api neraka, anggota sujud dari 7 anggota sujud orang–orang yang sering dan selalu sujud diharamkan oleh Allah untuk api neraka menyentuhnya, api neraka tidak boleh menyentuhnya. Orang yang sujud Kehadiratul Rabb, orang yang sujud merendahkan diri Kehadirat Allah, lebih–lebih lagi orang yang sujud dengan jiwanya. Ketika ia sujud dengan hati dan sanubarinya merendahkan dirinya kepada Rabbul Alamin maka tentunya api neraka tidak akan menyentuhnya. Semoga aku dan kalian diterangi keindahan sujud, cahaya sujud dan kemuliaan sujud dan dikumpulkan di yaumal qiyamah bersama ahli sujud.
Allah Swt memberikan Kasih Sayang-Nya kepada kita melebihi segenap kasih sayang. Sehingga disabdakan oleh Sang Nabi saw bahwa api neraka tidak menyentuh anggota sujud kita. Ketika Para Sahabat bertanya “wahai Rasul saw, bagaimana engkau mengenali umatmu kelak di hari kiamat? jika mereka para pendosa masuk ke dalam neraka karena dosa–dosa besarnya”, Rasul saw berkata “aku mengenali umatku dari anggota sujudnya karena anggota sujud umatku tidak disentuh api neraka”. (Demikian teriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) Demikian syafa’at Sayyidina Muhammad Saw. Dan Allah membayar setiap musibah dan kesedihan dengan Kasih Sayang-Nya yang abadi dan lebih.
Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda bahwa “tiadalah seseorang yang wafat anaknya 3 orang maka ia tidak akan disentuh api neraka”. Tiadalah seorang muslim, jika wafat anaknya sampai 3 orang, ia tidak akan disentuh oleh api neraka. Kenapa? Karena kesedihannya dibayar oleh Allah Swt dengan Pengampunan-Nya. Allah menghargai kesedihan kita, Allah melihat setiap apa yang menimpa kita dari hal yang hal membuat kita sedih, hal yang tidak kita sukai diperhatikan oleh Allah dan diberi ganjaran yang abadi. Bagaimana seseorang kehilangan anaknya? Sedih dan hancur jiwanya, Allah melihatnya. Barangkali kedua, barangkali ketiga maka Allah Swt mengharamkan api neraka menyentuhnya karena ia telah melewati 3 guncangan kesedihan besar dalam hidupnya maka Allah Swt tidak akan memberinya kesedihan lagi di hari kiamat. Demikian indahnya Rabbul Alamin menghargai kesedihan kita.
Setiap kesedihanmu itu dilihat oleh Allah. Setiap kesedihan dan permasalahan kita akan dilihat dan tidak lewat begitu saja tapi Allah akan mengganjarnya, Allah akan menggantinya dengan yang lebih dan lebih dan lebih. Demikian pula setiap doa dan munajat. Jika kita berdoa dengan suatu doa, lantas kenapa Allah tidak mengijabahnya?. Allah tidak mengijabahnya berarti Allah ingin memberikan yang lebih dan lebih dari yang kita inginkan. Kalau kita dibalas oleh Allah dengan pengabulan, bukan hanya dikabulkan saja tapi ditambah yang lebih lagi dengan pahala. Tapi kalau Allah tidak kabulkan berarti Allah ingin memberikan yang lebih dari itu dan Allah tidak pernah mengecewakan para pendoa sekalipun Iblis..!.
Ketika iblis itu berdoa setelah dilaknat oleh Allah dan tidak mau sujud kepada Nabi Adam atas perintah Allah, maka iblis itu berdoa kepada Allah “Rabbiy andhirniy ila yaumi yub’ atsuun” wahai Allah tunda siksaku sampai hari kebangkitan. Dan Allah menjawab “fainnaka minal mundharin” kau (iblis) tergolong orang yang ditunda siksaannya. Kenapa iblis tidak bertaubat? Karena sombongnya, jika ia bertaubat, pasti Yang Maha Menerima Taubat menerima taubatnya. Namun iblis hanya minta ditunda siksanya, Allah kabulkan doanya. Jangan putus asa atas setiap doa karena setiap doa pasti dijawab oleh Allah. Dan jika Allah tidak menjawabnya, Allah memberi yang lebih dari doa dan munajat kita. Tidak ada yang lebih berhak untuk lebih dipercaya melebihi Allah, untuk lebih bersangka baik. Kau bisa bersangka baik kepada teman dan saudaramu, sungguh yang lebih baik dan pantas untuk kita bersangka baik adalah Allah karena memang Dialah Yang Maha Baik.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang sahabat datang ke tempat Rasul saw yaitu tamu Sang Nabi saw dari jauh. Rasul saw berkata kepada istrinya “apa yang kita punya untuk disuguhkan kepada tamu?” Maka berkata istrinya “tidak ada apa–apa, kebetulan yang ada cuma air saja”. Maka Rasul saw berkata “siapa yang memuliakan tamuku ini untuk menjamunya?”, maka berdirilah salah seorang sahabat dari anshar, seraya berkata “aku wahai Rasulullah yang membawa tamu ini untuk dijamu makan malam”. Sampai dirumahnya, ia berkata kepada istrinya “ini tamunya Rasulullah Saw, kita harus muliakan” , istrinya berkata “kita tidak punya makanan, cuma ada makanan untuk anak kita, kita juga tidak punya makanan”. Maka suaminya berkata “kalau begitu tidurkan anak–anak kita, biar tidur, sudah tidur, nanti setelah itu tamunya kita hidangkan makanan”, istrinya berkata “makanan hanya cukup untuk 1 orang? bagaimana tamu makan sendiri sedangkan kita tidak makan?”, suaminya berkata “kalau begitu saat hampir nanti waktunya makan malam, kau pura–pura membetulkan lampu dan padamkan lampu pelita itu, jadi nanti makanan ditaruh dihadapan tamu yang ada makanannya. Kita duduk tidak perlu ada makanannya, taruh piring saja, jadi tamu tahunya kita makan bersama tapi ternyata dia sendiri yang makan karena makanannya hanya untuk 1 orang”. Perbuatan seperti ini, ketika mereka berbuat itu dan pada pagi harinya Rasul saw memanggil sahabat itu “kau telah membuat Allah Swt takjub atas perbuatanmu sehingga Allah menurunkan firman-Nya “mereka itu terus berkorban dan mengorbankan apa yang mereka miliki walaupun mereka dalam kesulitan”. (QS Alhasyr 9)
Perbuatan itu perbuatan yang biasa saja, perbuatan seorang yang baik. Tapi kita lihat bagaimana Allah mengguncangkan kejadian itu dengan turunnya ayat, darimana turunnya ayat ini bisa terjadi, siapapun bisa untuk memuliakan tamunya bahkan lebih dari itu. Apa rahasia dari kemuliaan ini? Ucapan sahabat itu kepada istrinya “akrimiy dhaifa Rasulillah Saw” muliakan tamunya Rasulullah Saw. Perbuatan itu yang memuliakan tamu Sang Nabi saw, sehingga ia mengorbankan makan malam untuk anaknya sehingga anaknya ditidurkan tanpa makan, demi menghormati tamu Sang Nabi saw. Perbuatan itu membuat turunnya firman Allah Swt.
Maksud dari penyampaian saya dalam hadits ini adalah memunculkan rahasia doa. Kalau seandainya Allah memuliakan seperti itu, para tamunya Rasulullah Saw, ketika dimuliakan maka Allah turunkan ayat maka didalam doa–doa dan munajat kita minta kepada Allah, kita ini tamunya Rasulullah Saw di majelis ini agar dilimpahi Keberkahan Allah Swt.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “ma baina baiti wa min bari raudhah min riyadhil jannah” diantara mimbarku dan rumahku adalah tamannya surga. Yaitu tempat diantara mimbar dan makam beliau saw, beberapa meter itu adalah Raudhah yang disitu adalah tempat yang sangat diberkahi oleh Allah Swt. Dan turunnya Jibril sering ke tempat itu menyampaikan wahyu Illahi dan tempat itu masih diabadikan hingga saat ini. Mereka para tamu Rasul saw yang berkunjung ke Madinah Al Munawwarah mengambil kesempatan melakukan shalat sunnah atau berdoa di Raudhah.
Jika seandainya kita jarang kunjung kesana atau belum pernah kunjung dan berdoa di Raudhah, selalulah meminta kepada Allah rahasia kemuliaan Raudhah agar didalam doa dan munajat dan ibadah kita, Allah Swt mengelompokkannya ke dalam orang–orang yang beribadah didalam Raudhatul Syarif Sayyidina Muhammad Saw. Wajah yang paling berhak dicintai, manusia yang paling ramah dari semua makhluknya Allah, manusia yang paling berkasih sayang kepadaku dan kepadamu dan kepada seluruh umat beliau saw. Seraya bersabda, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa “..haudhiy masiirat syahr..” telaga haudhku nanti di hari kiamat itu panjangnya dan lebarnya itu sepanjang 1 bulan perjalanan daripada luasnya telaga haudh yang diberikan oleh Allah di surga untuk Nabi Muhammad Saw. Didepan pintu surganya Allah, seraya bersabda “telaga haudhku itu luasnya seperti 1 bulan perjalanan, airnya lebih putih dan bening daripada susu, dan wanginya lebih wangi dari misik, dan banyak cangkir–cangkirnya melebihi bintang–bintang di langit. Dan barangsiapa yang minum darinya, maka ia tiada akan pernah haus selama–lamanya”.
Kalau seandainya minum dari telaga haudh saja tidak akan pernah haus selama–lamanya. Betapa indahnya mereka yang merasakan cahaya iman, cinta kepada Shahibul Haudh Sayyidina Muhammad Saw. Mencintai yang Allah berikan kepadanya telaga haudh, Nabi kita Muhammad Saw. Kalau minum dari telaga haudh saja tidak haus selama–lamanya, bagaimana jiwa yang mencintai Sayyidina Muhammad Saw. Seraya bersabda diriwayatkan didalam Shahih Bukhari “ana faratukum alal haudh” aku menunggu kalian di telaga haudh. Ucapan ini disampaikan untuk seluruh umat beliau bahwa ada 1 manusia yang akan menolong mereka dari segala dosa–dosa dengan syafa’at yang meminta kepada Allah agar mereka selamat dari api neraka seraya bersabda “ana faratukum alal haudh”.
Dan seraya bersabda sebagaimana riwayat Shahih Bukhari “yakhrujuuna minannaar bi syafa’ah kaannahumuttsa’ariir”, pendosa itu keluar dari api neraka dengan syafa’at, mereka keluar bagaikan puluhan ribu serangga yang keluar dari suatu lubang besar. Puluhan ribu manusia pendosa dimuntahkan oleh api neraka karena doa Sayyidina Nabi Muhammad saw. Ketika kedua telapak tangan itu terangkat kehadirat Allah, memintakan pembebasan dari para pendosa maka keluarlah ratusan ribu pendosa dimuntahkan oleh api neraka dari doa Muhammad Rasulullah Saw.
Waktu itu akan sampai padaku dan pada kalian, kejadian itu akan kau saksikan dan akan kusaksikan dan akan dilihat oleh seluruh keturunan Adam. Kita bermunajat kepada Rabbul Alamin, Wahai Allah yang telah mengelompokkan kami dalam kelompok Nabi-Mu Muhammad Saw, pastikan kami termasuk orang yang didoakan Sang Nabi saw, mendapatkan syafa’at Sang Nabi saw. Ya Rahman akrim dhaifa Rasulillah, wahai Allah muliakan tamu Rasulullah ini, puluhan ribu muslimin–muslimat, berikan mereka kebahagiaan dunia dan akhirat, singkirkan dari segala musibah, singkirkan dari kesulitan dan juga seluruh muslimin–muslimat di Barat dan Timur. Rabbiy percepatlah kemunculan, kemuliaan dan kemakmuran di negeri muslimin terbesar di muka bumi ini.
Ya Rahman Ya Rahim, perkumpulan muslimin – muslimat yang berkumpul para pemuda, para pemudi bershalawat, berdzikir, bertaubat kepada Allah di majelis mulia ini. Semoga menjadi berlian yang menyenangkan hati Sang Nabi Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljajali Wal Ikram Ya Dzaththauli Wal In’am, muliakan kami dengan cinta kepadamu, dengan rindu kepadamu wahai Allah, pastikan kami jumpa dengan Sang Nabi saw di yaumal qiyamah, pastikan kami bertamu kepada beliau saw di surga firdaus, pastikan nama kami termasuk kepada mereka yang diberi syafa’at, pastikan kami wafat dalam keadaan ahlul sujud (orang yang mencintai sujud). Pastikan jiwa kami terang – benderang dengan cahaya sujud, pastikan nafas kami bercahay dengan cahaya taubat, pastikan hari–hari kami dipenuhi istighfar. Ya Rahman Ya Rahim berikan kami segala sifat–sifat yang mulia dan luhur, cabut dari kami segala keinginan untuk berbuat dosa.
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim
Wahai Yang Maha Menerbitkan matahari dan bulan, wahai Yang Menghidupkan kami dari sebutir sel, kebahagiaan wahai Allah, pengampunan wahai Allah, Kasih Sayangmu wahai Allah, muliakan kami semua hadirin–hadirat, terangi wajah kami dengan Cahaya-Mu, terangi jiwa kami dengan Cahaya-Mu wahai Allah, terangi hari – hari kami dengan Cahaya kemakmuran dan kebahagiaan- Mu,
Sekembalinya saya dari Madinah Al Munawwarah, saya telah menyampaikan salam rindu kita kepada Nabi kita Muhammad Saw. Dan sekembalinya dari Madinah, saya sempat transit di Yaman selama 1 hari 1 malam dan saya berkunjung kepada Guru Mulia Adda’I Ilallah Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz dan beliau mewasiatkan pada kita untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan keadaan yang berusaha mengacaukan keadaan muslimin dan memecah belah muslimin. Kita tetap tenang dengan apa–apa yang telah diberikan oleh Allah Swt dan beliau juga menyampaikan salam rindu kepada kita jamaah semua dan kepada para ulama, para habaib, beliau juga menyampaikan salam tadhim dan doa beliau, agar Allah Swt segera memakmurkan seluruh wilayah Indonesia dengan dakwah Sayyidina Muhammad Saw dan memunculkan serta memakmurkan dakwah di seluruh wilayah dan seluruh negeri muslimin–muslimat dan semoga Allah Swt selalu menyatukan kita dalam kemuliaan ini dan menjadikan perjuangan dan hari – hari kita selalu membawa Cahaya Keridhoan-Nya kepada kita.
Kita bersama–sama mendoakan seluruh muslimin–muslimat dan juga kita berdoa dengan qasidah Ya Arhamarrahimin Farij Alal Muslimin, agar Allah selamatkan seluruh muslimin–muslimat di muka bumi dan kita berdoa agar munculnya pemimpin yang terbaik bagi kita, pemimpin yang menindas kedhaliman, pemimpin yang membela kelemahan, pemimpin yang mencintai shalihin, siapapun yang menjadi pemimpin, doa dan munajat kita untuk maslahat muslimin – muslimat dan pemimpin yang baik,. Tafadhol masykura
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ditulis Oleh: Hb. Munzir Almusawa
Lima Kelompok Golongan Syuhada
Posted by jalod99 | Filed under Renungan
قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ، وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ، فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ، ثُمَّ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ، الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِيقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw :
“Ketika seseorang berjalan di jalan, ia menemukan ranting kayu yg penuh duri, lalu ia menyingkirkannya, maka Allah berterimakasih padanya, maka Allah mengampuni dosa dosanya, lalu Rasul saw meneruskan sabda nya : Syuhada adalah lima : orang yang wafat terkena sakit Tha;un, dan orang yang wafat terkena sakit diperutnya, dan orang yang wafat tenggelam, dan orang yang wafat terkena reruntuhan/longsor, dan orang yg wafat dalam peperangan di Jalan Allah” (Shahih Bukhari)
Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, Sang Pemilik kesucian jiwa, Yang Maha Menenangkan sanubari dengan cahaya keindahan-Nya, Yang Memuliakan kehidupan hamba – hambaNya dengan cahaya tuntunan Sang Nabi, Sayyidina Muhammad (Saw), Syafii’una Muhammad, Maulana Muhammad, Shallallahu wasallama wabaaraka alaihi wa alaih.
Allah Swt Maha Raja alam semesta selalu menerbitkan kemuliaan dan menawarkan pengampunan dan matahari kebahagiaan dunia dan akhirat adalah milik-Nya Yang Maha Abadi, Maha Tunggal dan Maha Sempurna, Maha Suci dan Maha Menguasai kemuliaan dunia dan akhirat, Maha Siap Membagi–bagikan Pengampunan dan Kasih Sayang-Nya kepada hamba–hamba yang mau membuka sanubarinya dan mengagungkan lisannya dengan memanggil Nama Allah dan mengagungkan hari – harinya dengan perbuatan yang luhur, dengan perbuatan yang suci untuk membenahi dirinya dengan keridhoan Allah, menghiasi hari–harinya, menghiasi dirinya, menghiasi lisannya, menghiasi penglihatannya, menghiasi pendengarannya, menghiasi nafasnya dengan keindahan Allah, menghiasi jiwanya dengan keindahan Allah, menghiasi sanubarinya dengan keindahan Allah, menghiasi siang malamnya dengan keridhoan Allah, Maha Tunggal dan Maha Abadi, Maha Berjasa kepada seluruh makhluk-Nya.
Menghiasi hari–hari kita dengan keridhoan Ilahi, menghiasi jiwa kita dengan Cahaya Ilahi, menghiasi lisan dan seluruh tubuh dan jasad kita dengan Cahaya Ilahi. Tentunya Allah telah menciptakan satu cahaya yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat, membawa kebahagiaan dan menjadi terbitnya keridhoan Allah dunia dan akhirat, ialah Sayyidina Muhammad Shallallahu wasallama wabaaraka alaihi wa alaa alih. Sebagaimana firman-Nya “..wa siraajan munira” pelita yang terang–benderang bercahaya Nabiyyuna Muhammad Shallallahu wasallama wabaaraka alaihi wa alaa alih, Yang Allah simpan seluruh cinta dan mahabatullah pada gerak–gerik Muhammad Rasulullah Saw. “Qul in kuntum tuhibbuunallah fattabi’uuni yuhbibkumullah” katakanlah jika kalian betul–betul mencintai Allah, jika kalian mendambakan Allah maka ikutilah aku (Nabi Muhammad Saw); QS. Al Imran : 31. Menunjukkan pada gerak–gerik Sang Nabi Saw itulah tersimpan cahaya kecintaan Ilahi. Dalam tuntunannya, dalam bimbingannya, dalam cinta kepada beliaulah kesempurnaan iman.“Laa yukminu ahadukum hatta akuunaa ahabba iayhi min waladihi wa waalidiihi wannaasi ajma’in”
Sampailah kita kepada hadits mulia yang mana telah kita baca bersama riwayat Imam Bukhari didalam Shahihnya bahwa Rasul saw menyampaikan suatu cerita dan suatu kabar. “Ketika seorang lelaki melewati sebuah jalan, lalu ia melihat ranting yang penuh dengan duri seraya menyingkirkannya dari jalan. Fasyakarallahu lahu, faghafara lahu”. Kita lihat kalimat ini, Allah berterima kasih kepadanya sehingga Allah mengampuninya. Kita lihat siapa yang berterima kasih?, Dialah (Allah). Apa untungnya bagi kita menyingkirkan ranting berduri dari jalan, barangkali yang lewat cuma hewan, barangkali yang lewat cuma orang–orang yang berdosa, ataupun tidak ada yang lewat sama sekali di jalan itu. Namun perbuatan mulia yang muncul dari jiwa dan niat yang suci, tidak akan didiamkan oleh Allah. Bukan perbuatan tangan mengangkat ranting dan menyingkirkannya, tapi jiwa yang bergetar (tergerak utk berbuat baik) yang dilihat oleh Rabbul Alamin Swt yang membuat Allah Swt menyampaikan bahwa niat orang itu dengan perbuatannya membuat Allah berterima kasih kepadanya.
“Fasyakarallahu lahu, faghafara lahu” Allah berterima kasih padanya sehingga Allah mengampuninya. Allah Swt Maha Berterima kasih atas kebaikan hamba-Nya kepada makhluk Allah yang lainnya. Inilah keindahan Allah Yang Maha Indah, inilah perbuatan Yang Maha Indah, inilah Kasih Sayang Yang Maha Indah, sehingga didalam menyingkirkan ranting berduri saja sudah tersimpan Pengampunan Ilahi.
Dalam gerak–gerik kita, dalam melangkah menuju majelis ini, Sebagaimana hadits yang kita baca minggu yang lalu bahwa Allah mengharamkan setiap kaki yang terkena debu dalam menuju ke jalan Allah, menuju shalat jum’at, menuju majelis, menuju tempat dzikir, sebagaimana Allah membiarkan (menyampaikan) hal itu dan disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw dan Allah mengharamkan setiap anggota sujud terkena api neraka. Dan demikian banyaknya, berpuluh ratus ribu hadits nabawiy dan ayatul qur’aniyyah yang menyampaikan kepada kita akan kelembutan Rabbul Alamin dan Jasa-Nya kepada kita.
Dan tawaran lamaran cinta Rabbul Alamin selalu ditawarkan dalam setiap kehidupan kita kepada setiap hamba–hambaNya. Beruntung mereka yang mau menerima tawaran pengampunan. (ketahuilah) Yang Maha Mengampuni menawarkan pengampunan-Nya, Yang Maha Baik menawarkan surga-Nya yang abadi, Yang Maha Memiliki kebahagiaan dunia dan akhirat menawarkan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi yang menginginkannya.
“Alladziina kafaruu wa shadduu ‘an sabiilillah adhalla a’maalahum; walladziina aamanuu wa ‘amiluushshaalihaati wa aamanuu bimaa nuzzila ‘alaa muhammadin wahuwal haqqu min rabbihim, kaffara ‘anhum sayyi;aaatihim wa ashlaha baalahum” Mereka yg menolak ajakan Allah dan berpaling dari ajakan Allah swt maka dihapuslah amal pahala mereka, dan orang – orang yang beriman dan beramal shalih dan mengikuti apa–apa yang diturunkan kepada Muhammad Saw, Allah kikis dosa – dosa mereka (dengan amal–amal mereka, dengan perbuatan mereka, dengan ibadah mereka, dengan shalatnya, dengan puasanya, dengan zakatnya, beramal yang fardhu dan sunnah, perbuatan baik yang besar atau yang tampak remeh (sekedar menyingkirkan ranting saja) terus Allah Swt mengikis perbuatan dan dosa–dosa mereka); QS. Muhammad : 1-2.
“Kaffara ‘anhum sayyiaatihim”. (Allah kikis keburukan mereka) Karena sayyiaat itu adalah hal yang hina. Bisa berupa perbuatan dosa, bisa dosanya.
Berbeda dengan dzunuub (yaitu) adalah dosanya, kalau sayiat itu adalah perbuatan perbuatan buruknya, bisa berupa wujud dosa, bisa perbuatan dosanya.
Kalau seandainya Allah menghapuskan dosanya saja, Allah tidak menghapuskan sifat dan keinginan buruknya maka orang ini akan terus dalam dosa. (namun) Semakin ia menerima tuntunan Sang Nabi Muhammad Saw, menghiasi dirinya dengan sunnah Sang Nabi saw dan keindahan Sang Nabi saw maka Kaffara ‘anhum sayyiaatihim” Allah menghapus (sedikit demi sedikit) hal–hal yang buruk dari dosa–dosanya dan dari segala sifat buruknya.
(misalnya hati kita berkata) Saya selalu menjalankan sunnah, tapi kenapa masih banyak tersisa sifat–sifat buruk dalam diri saya? Pertanyaan itu adalah hidayah dari Allah. Pertanyaan didalam diri kita, kenapa kita mesti berbuat dosa? Menunjukkan hidayah dari Allah memberi Cahaya didalam jiwa, memberi kefahaman didalam hati bahwa kita masih banyak berdosa. Jauh lebih beruntung dari orang lainnya yang tidak pernah merasa berbuat dosa dan ia terus berbuat dosa. (misalnya hatinya bekata) Cukup sudah aku istighfar atas dosaku.
Namun kalau kita sudah berusaha menghindari hal–hal yang hina, didalam diri masih ada haus dan tidak puas dengan amal–amal yang shaleh hingga hati masih menjerit mengatakan “kenapa aku masih berbuat dosa?” justru itulah daripada Cahya Rabbul Alamin yang berpijar dari hatimu, yang tidak pernah ingin hal–hal yang hina ada dalam diri kita dan itulah tanda dari Allah Swt yang sedang menerbitkan Cahaya Keindahan-Nya pada jiwamu. (diperjelas dg kalimat terpaut pada ayat tsb (Wa ashlaha baalahum : Allah perbaiki keadaannya, yaitu Allah perbaiki fikiran dan keadaan hidupnya, dg mengikuti tuntunan Nabi saw)
Demikian indahnya sunnah Nabi kita Muhammad Saw dan Rasul meneruskan sabdanya “tsumma qala asysyuhada khamsatun” lantas Rasul berkata Syuhada itu ada 5 yaitu “almath’un, walmabthun, walghariiq, washahibulhadm, wasysyahidu fii sabiilillah”. Demikian sabda Sang Nabi saw yang baru saja kita baca. Bahwa orang yang mati syahid itu ada 5 didalam hadits ini. Al Imam Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Nawawi didalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim mengatakan lebih dari 7 kelompok orang yang mati syahid. Akan tetapi didalam hadits riwayat Shahih Bukhari ini disebutkan 5. Riwayat Shahih Muslim menulis lebih dari 7 dan didalam riwayat lainnya lebih banyak lagi.
Yang pertama “almath’un” orang yang wafat karena terkena wabah tha’un. Dimasa itu ada yang menyebut wabah tha’un itu adalah wabah penyakit yang menimpa suatu negeri atau di satu wilayah dan yang wafat bisa ratusan ribu orang. Dahsyat sekali wabah tha’un ini, biasanya datang 8 tahun sekali atau 10 tahun sekali di masa itu. Rasul berkata bahwa yang wafat terkena wabah tha’un maka ia syahid. Namun sebagian ulama mengatakan bahwa semua yang bersifat wabah penyakit, jika ia wafat terkena wabah itu maka ia tergolong kepada hadits ini dan di masa itu tidak ada wabah penyakit yang membunuh terkecuali wabah penyakit tha’un. Dan sebagian ulama mengelompokkan semua yang wafat terkena wabah penyakit (yg mematikan) maka ia dikelompokkan didalam syuhada.
Yang kedua “almabthun” orang yang wafat karena sakit di perutnya. Apakah itu berupa ususnya, jantungnya atau lambungnya atau ginjalnya. Semua yang ada penyakit di dalam perutnya dan wafat karena itu maka ia wafat dalam keadaan syahid. Dan termasuk juga wanita yang wafat dalam keadaan hamil. Demikian ucapan Imam Nawawi didalam Syarh Nawawi alam Shahih Muslim. Orang yang hamil masuk kedalam kelompok ini, karena ia wafat dalam keadaan hamil (dikelompokkan yg wafat terkena sakit diperutnya) maka ia dikelompokkan bersama para syuhada yang wafat dalam syahid.
Yang ketiga “alghariiq” orang yang wafat tenggelam. Orang yang wafat tenggelam selama ia muslim maka ia wafat dengan kemuliaan syahid.
Yang keempat “shahibulhadm” orang yang wafat terkena reruntuhan bangunan. Apakah itu berupa tanah longsor, apakah berupa reruntuhan bangunan atau lainnya. Selama ia tertimpa sesuatu reruntuhan maka ia wafat dalam keadaan syahid.
Yang kelima “syahid fii sabiilillah” orang yang berjihad di jalan Allah. Hadirin syuhada ini terdapat 2 kelompok (yg diakui oleh Allah, dan kelompok yg ketiga tidak diakui sebagai syahid oleh Allah walau diakui manusia karena diluar pengetahuan mereka) yaitu kelompok yang pertama ada 3 kelompok yakni Syahid Addunya, (yg tidak diakui Allah sebagai syahid) ia syahid didunia tapi bukan syahid di akhirat, dan Syahidul Akhirah, ia bukan diperlakukan syahid di dunia tapi ia syahid di akhirat, dan. Syahiduddunya wa Syahidul Akhirah (ia syahid di dunia dan yaumal qiyamah).
Yang syahid didunia dan akhirat siapa? Yaitu orang yang mati syahid karena membela Allah Swt, membela agama Allah atau mati karena membela keluarganya, masyarakatnya dari serangan musuh yang bersenjata lalu ia melawan hingga ia wafat, maka wafatnya syahid di dunia dan akhirat. Maksudnya apa? Di dunia tidak perlu dishalatkan, tidak perlu dikafani, kenapa? karena sudah mati syahid. Di akhirat bersama para syuhada. Ada syahid di dunia yaitu yang mati syahid tapi di dunia saja. Ia ikut peperangan di dunia tapi bukan untuk membela agama Allah, barangkali karena emosinya, karena gengsinya, teman–temannya ikut berperang ia ikut saja. Hal seperti ini, di dunia diperlakukan seperti syuhada, tidak dishalatkan karena orang–orang tahunya ia mati syahid tapi di akhirat bukan bersama syuhada karena niatnya bukan untuk membela Allah dan Rasul-Nya. Ada syahidul akhirah adalah orang yang mati syahidnya dalam kelompok yang saya sebutkan tadi selain berperang di jalan Allah yaitu yang tenggelam, yang terbakar didalam Shahih Muslim disebutkan juga termasuk yang wafatnya terbakar, terkena reruntuhan. Mereka dishalatkan, diperlakukan seperti wafatnya seorang muslim namun di akhirat bersama para syuhada.
Dan juga tentunya kelompok yang bersama mereka adalah mereka yang mencintai para syuhada.
Ingat janji Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw “almar’u ma’a man ahab” seseorang bersama dengan orang yang ia cintai. Kita punya satu idola yang menjadi Imamussyuhada, Imamul Aulia, Imam dari semua mukminin–mukminat adalah Sayyidina Muhammad Saw. Semoga Allah menerangi jiwa kita dengan cinta kepada Nabi kita Muhammad Saw yang dengan itu Allah membuka tabir cinta kita kepada Allah Swt.
Ya Rahman Ya Rahim, kami bermunajat kehadirat-Mu, memohon kepada-Mu Yang Maha Luhur, kepada-Mu Yang Maha Indah, Wahai Yang Maha Indah terangi jiwa kami dengan keindahan Nama-Mu, terangi jiwa kami dengan keindahan pengampunan-Mu, terangi jiwa kami dengan keindahan khusyu’, terangi ruh kami dengan kecintaan kehadirat-Mu, terangi hari – hari kami dengan kebahagiaan dan kemakmuran. Ya Dzaljalali wal ikram, jadikan malam ini malam yang paling banyak Kau limpahkan anugerah kepada kami. Ya Rahman Ya Rahim dhahiran wa bathinan dunia wal akhirah, jadikan malam esok lebih banyak lagi anugerah yang Kau limpahkan. Ya Rahman Ya Rahim jadikan hari – hari kami bagaikan gelombang keimanan yang terus berlipat ganda lebih dari rahasia samudera anugerah-Mu Yang Maha Luhur dan tiada pernah berhenti. Ya Dzaljalali wal ikram, Wahai Nama-Mu Yang Maha Indah dan Maha Luhur, ketika kami memanggil Nama-Mu maka Engkau melihat dan memuliakan kami dengan sedemikian anugerah, sedemikian pengampunan, sebagaimana firman-Mu didalam hadits qudsiy wahai keturunan adam jika kau berdoa dan berharap kepada-Ku, Ku-hapus dosa kalian tanpa Ku-perdulikan lagi. Demikian janji Rabbul Alamin bagi mereka yang menyeru Nama-Nya dan berdoa kepada-Nya dan bermunajat kepada-Nya.
Kita memanggil Nama Allah, kita bermunajat kehadiratullah, hadirkan seluruh hajat-Mu, hajat yang kita ketahui dan yang belum kita ketahui agar diijabah oleh Allah. Segala musibah yang akan datang dalam kehidupan kita agar digantikan oleh Allah dengan Rahmat dan Inayah. Limpahkan Kasih Sayang-Mu pada setiap nafas kami, jadikanlah siang dan malam kami dilimpahi Rahmat-Mu lebih dari usia kami yang lalu yang barangkalai penuh dosa dan kekhilafan. Kami memohon doa agar Kau maafkan seluruh catatan dosa kami dan menjadi catatan taubat, jadikanlah nafas kami adalah nafas munajat, nafas yang selalu merintih memanggil Nama-Mu Yang Maha Luhur. Kau Yang Maha Membolak–balikkan seluruh keadaan kami dan Maha Menghapusnya dan Maha Menggantikannya. Sebagaimana firman Allah “mereka–mereka yang bertaubat dan beramal shalih dan yang mau menyesali doanya, Allah ganti dosanya dengan pahala. Pastikan seluruh wajah kami ini keluar dari majelis ini sudah tidak lagi ada padanya sebutir dosa. Ya Rahman Ya Rahim gantikan seluruh dosa kami dengan pahala. Inilah doa dan inilah munajat.
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Nabi Muhammad Saw bersabda : barang siapa yang mendoakan saudara muslimnya dan malaikat berkata “amin walaka mitsluh” amin dan untukmu sebagaimana doamu untuk saudaramu. Jika kau berdoa untuk seluruh muslimin maka tumpah ruahlah seluruh keberkahan. Amin allahumma amin. Tafadhol masykura
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ditulis Oleh: Hb. Munzir Almusawa
Puasa Adalah Benteng Penghalang
Posted by jalod99 | Filed under Puasa
عقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ، أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ، مَرَّتَيْنِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ، أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ، وَشَرَابَهُ، وَشَهْوَتَهُ، مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَ
(صحيح البخاري)
Rasulullah SAW bersabda :
“ Puasa adalah benteng penghalang, maka janganlah ia berucap dengam kalimat buruk, mencaci, dan menghina, jika ada yang mengganggunya atau mengumpatnya katakanlah aku puasa, aku puasa. Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya, sungguh aroma tidak sedap di mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi misik, karena ia meninggalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya karena Aku (Allah SWT). Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku yang membalasnya, dan setiap pahala dibalas 10 kali lipat darinya”. (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
حَمْدًا لِرَبِّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ، أَلْحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا، بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا، إِلَيْهِ بِالْإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا، لَبَّيْكَ يَامَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى ألِهِ، ألْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَالْمَجْمَعِ الْكَرِيْم
(Segala Puji Bagi Allah yg telah mengumpulkan kita dalam perkumpulan Mulia ini)
Limpahan puji ke hadirat Allah SWT yang maha Luhur, maha melimpahkan ke setiap detik samudera cahaya kepada kita, hamba-hambaNya keturunan Adam, mengapa saya katakan setiap hamba-hambaNya dianugerahi samudera cahaya setiap detiknya ? Karena hamba-hambaNya yang mampu mengikuti tuntunan Ilahi yang maha indah dan maha abadi mereka mendapat keridhaan Allah dan mereka ditawarkan keridhaan Allah setiap detiknya, dan keridhaan Allah lebih agung dari seribu samudera cahaya , keridhaan Maha Raja langit dan bumi melebihi segenap anugerah dan semua surga beserta isinya, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika para penduduk surga telah masuk kedalam surga dengan kenikmatan yang belum pernah mereka lihat
” مَالاَعَيْنٌ رَأَتْ وَلاَأُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَخَطَرَ عَلىَ قَلْبِ بَشَر
(sesuatu yg belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam pemikiran manusia)
.
Suatu bangunan konstruksi istana kemegahan yang multi mewah yang belum pernah terlihat mata belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terlintas dalam pemikiran merupakan satu penciptaan Allah yang multi megah abadi untuk hamba – hambaNya, namun ketika mereka telah sampai ke istana - istana kemegahannya masing – masing , Allah memanggil mereka :
ألَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذلِكَ ؟ ( maukah kalian Ku beri yang lebih dari itu? ) maka berkatalah para ahli surga : “Kami penuh dosa dan Kau memaafkan kami dan Kau masukkan kami ke dalam surga, barangkali jika Engkau menghisab kami dengan perhitungan yang sangat keras, kami pasti di dalam neraka. Ini sudah kami dapatkan kemewahan dan istana keabadian yang kekal, maka apalagi anugerah lebih besar dari ini..?!
أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا Kalian tahu kata Allah wahai seluruh ahli surga , anugerah yang lebih besar dari ini ? (Aku pastikan cintaKu dan ridhaKu untuk kalian dan Aku tidak murka pada kalian selama–lamanya), inilah anugerah yang termahal dan kini ditawarkan setiap detik dalam hidupmu, Sang Maha pemberi anugerah dan Maha pelimpah anugerah menawarkan keridhaanNya melamarmu untuk sampai kepada kasih sayangNya. Demikian maksud diberi kita setiap nafas, demikian maksud kita diberi pita suara dan bibir dan lidah tuk bergetar selalu mendekatkan diri kehadirat Nya, mensucikan nama Nya yang dengan itu kita tersucikan, memuji nama Nya yang dengan itu kita akan dijadikannya terpuji, memohon pengampunan kepada Nya yang dengan itu kita diampuni, dan berbuat baik kepada kerabat dan sahabat yang dengan itu kita disayangi oleh Allah .
Maha raja alam semesta yang menguasai jagad raya ini, memuliakan kita dengan kemanjaan yang melebihi dari segenap kasih sayang, ditawarkannya kasih sayang Nya kepada para pendosa seperti kita ini, ditawarkannya pengampunan kepada para pendosa yang merintih, mengemis pengampunan, tapi justru Allah Yang tawarkan maafNya ;”kau sudah berbuat salah pada Ku?, sini.. (mendekat pada Ku) Kutawarkan maafKu, datanglah kepada maafKu..”. Inilah Yang Maha Baik dan Maha Penyantun..ALLAH.
Demikian perlakuan Rabbbul ‘Alamin kepada para pendosa, jika mereka mau kembali kepada kemuliaan kasih sayangNya.
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Muslim bahwa setiap malam sepertiga malam terakhir adalah Saa’tul Ijabah. Saa’atul Ijabah adalah detik–detik didalam suatu waktu yang barangsiapa berdoa di waktu itu pasti dikabul oleh Allah. Jika terlintas didalam hatinya walaupun tidak dengan disangka; aku ingin begini.., kebetulan disaat itu adalah Saa’tul ijabah dikabulkan oleh Allah. Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari hal itu terjadi pada setiap hari jum’at, namun didalam Shahih Al Muslim diperluas bahwa itu terjadi disetiap sepertiga malam terakhir senin malam, sepertiga malam terakhir itu kalau kita hitung saja, mulai adzan isya sampai waktu subuh berapa jam bagi tiga sepertiga terakhirnya kira–kira pukul setengah tiga, sampai subuh, itu waktu sepertiga malam terakhir , disitulah tersimpan saa’tul ijabah.
Namun di bulan Ramadhan, saa’tul ijabah menyeluruh mulai Isya’ sampai Shubuh, bahkan pendapat lain mengatakan saa’tul ijabah disetiap siang dan malam di bulan Ramadhan , karena bulan ini bulan Allah lebih dermawan dari bulan lainnya, bukan di bulan lainnya Allah kikir, (tapi) di bulan lainnya Allah (tetap) Maha dermawan, (namun) di bulan Ramadhan (Allah) lebih dermawan lagi. Maka mereka yang berdoa di bulan Ramadhan akan mendapatkan jawaban doa lebih dari pada saat mereka berdoa di bulan lainnya .
Hari–hari Ramadhan gerbang cahaya kasih sayang Ilahi yang ditawarkan kepada kita semakin dekat, gerbang Ramadhan tidak terasa, satu, dua, tiga malam lagi akan sampai pada usia kita Insya Allah. Dan semoga Allah menyampaikan kesempurnaan Ramadhan. Banyak muslimin muslimat masa kini ketika melewati Ramadhan, hatinya tidak bersama kemuliaan Ramadhan , hatinya bersama hal–hal yang hina atau hal–hal yang bersifat pengingkaran terhadap kemuliaan Ramadhan; ketika mau sahur, sahurnya harus makanan bermutu.., buka nya harus disiapkan dulu, ini dan itu… Ingatlah dibelakang itu semua dari hal–hal yang remeh itu, tersimpan rahasia keridhaan Ilahi yang maha abadi, detik–detik waktu bisa engkau bersabar, kan Allah hargai kesabaranmu dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tidak mustahil seseorang yang melewati Ramadhan ini dalam keadaan susah, tapi ketika doa munajat yang dipanjatkan kepada Allah, Allah jadikan setelah Ramadhan diluaskan rizkinya dzahiran wa baathinan sampai wafat, sampai menghadap Allah dalam keadaan kaya raya. Kaya raya di dunia dengan harta, kaya raya di akhirat dengan pahala, maka hal ini mustahil..?, tidak mustahil bagi mereka yang mau meminta kepada Yang Maha Dermawan.
Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari, (beliau memutus dulu penjelasannya mengenai shahih Bukhari) tentunya kita fahami bahwa seagung–agung kemuliaan (dari semua bulan adalah) Ramadhan, Ramadhan ini untuk Sayyidina Muhammad SAW. (kemuliaan puasa ramadhan tidak diberikan pada ummat lain) Maka hakikat kemuliaan ini pun bisa dilihat dan bisa kita temukan dalam tuntunan Sang Nabi. Dalam ucapan Sayyidina Sahl bin Sa’ad Radiyallahu ‘anhu diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari.
كُنْتُ أًتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِيْ أَنْ أَدرَكَ السُّجُوْدَ معَ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ<
Sunnah nya sahur itu bukan setengah dua atau setengah tiga, sahur itu sunnah nya dekat kepada waktu imsak, makin dekat dengan waktu imsak makin baik demikian pahalanya. Tapi Sahabat Sahl bin Sa’ad ini justru sahurnya di waktu yang awal, kalau waktu kita setengah dua atau setengah tiga.
كُنْتُ أًتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِيْ أَنْ أَدرَكَ السُّجُوْدَ معَ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“ Aku kalau sahur di awal waktu, bukan di akhir waktu..kenapa? karena aku sahur bersama keluargaku lalu aku terburu – buru mendatangi masjid nabawi karena rumahku jauh, untuk mendapatkan sujud bersama Nabi Muhammad SAW, tuk mendapatkan shalat shubuh Ramadhan bersama Rasulullah SAW “.
Demikian para sahabat radiallahu ‘anhum wa ardhaahum, di dalam kemuliaan cinta mereka kepada Sang Nabi. Dan Rasulullah SAW bersabda diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ، يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ، فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ<
untuk orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan; gembira saat berbuka puasa sudah lepas waktunya menahan haus dan lapar dan segala larangan puasanya, dan kegembiraan yang kedua saat dia berjumpa dengan Allahفرح بصومه (gembira dengan puasanya) apa makna kalimat ini? Maknanya; Orang yang menghadap Allah sedangkan dia dari kelompok orang yang banyak berpuasa, pasti dalam keadaan gembira saat menghadap Allah, bukan dalam keadaan risau, takut, dan sedih. Ini suatu jaminan agung, karena ketika seseorang menghadap Allah itu bergetar semua lutut ketika di panggil oleh Allah untuk mempertanggung jawabkan setiap nafasnya, ketika api neraka memanggil nama para pendosa, dan ketika di saat itulah Allah SWT berfirman dalam sebuah Hadits Qudsi : أًنَا اْلمَلِكُ، أَنَااْلمَلِكُ أَيْنَ مُلُوْكُ اْلأَرْضِ؟
( Akulah Raja, mana para penguasa dzalim di muka bumi ini..? ) (HR Shahih Bukhari) . Di saat itu para raja dan penguasa berjatuhan tidak mampu berdiri dari takutnya kepada Allah.
Kewibawaan Allah, yang ketika Nabiyullah Musa meminta kepada Allah untuk melihat Allah SWT, maka Allah SWT bertajallaa:
.فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكّا وَخَرَّمُوْسَى صَعِقًا ( الأعراف 143)
Wahai Musa kau melihat gunung di hadapanmu itu, kalau gunung itu bisa bertahan pada tempatnya maka kau bisa melihat Aku, maka (ketika) Allah bukakan satu hijab dari cahaya KeagunganNya) yang Tajallaa, Tajallaa itu menunjukkan cahaya keagunganNya, جَعَلَهُ دَكًّا ( jadilah gunung itu lebur menjadi debu tidak tersisa sedikitpun dan tidak lagi terlihat ) وَخَرَّ مُوْسَى صَعِقًا ( maka Nabiyullah Musa pun roboh, pingsan ). Keagungan Rabbul ‘alamin, di saat itu manusia berdiri di hadapan Allah SWT dalam keadaan risau , apakah dia akan ditempatkan di surga ataukah di neraka..
Dan mereka akan menemukan kesemua amal pahala mereka hadir bersama mereka, saat mereka dipanggil Allah. Fulan, di tempat ini… di hari ini… perbuatanmu ini… dihadapan Allah disaksikan oleh semua manusia yang pernah hidup dari zaman Nabi Adam sampai Nabi terakhir, oleh keluarganya, kerabatnya, temannya, musuhnya, semua melihatnya .
Dalam keadaan seperti ini kalau muncul kerisauan di dalam hatimu, bagaimana keadaanku kelak saat aku berhadapan dengan Allah?! Rasul menjawabnya ; Orang – orang yang banyak berpuasa ” فرح بلقاء ربه فرح بصومه “, mereka gembira tidak bersedih, tidak juga takut ” لَايخَافُوْنَ وَلَا يَحْزَنُوْنَ “, mereka tidak risau karena mereka banyak puasa di muka bumi, maka mereka masih gembira kata Rasul SAW di saat menghadap Allah, tidak bersedih tidak pula risau, gembira berhadapan dengan Rabbul‘alamiin. Semoga aku dan kalian menghadap Allah dalam keadaan gembira, walaupun barangkali puasa kita belum sempurna. Semoga Allah membalasnya dengan kasih sayang dan rahmatNya hingga sempurna. Rasul SAW bersabda : ‘’Orang –orang yang berpuasa itu di hari kiamat di panggil dari pintu surga yang bernama Rayyan .
أَهْلُ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ وَأَهلُ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ وَأَهْلُ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Orang – orang yang banyak bershadaqah akan dipanggil dari pintu gerbang surga yang bernama pintu shadaqah, orang-orang yang banyak berpuasa mereka di panggil dari pintu gerbang yang bernama Ar Rayyan, orang yang banyak mengerjakan shalat mereka dipanggil dari pintu gerbang shalat “. (Shahih Bukhari)
Maka berkata Sayyiduna Abu Bakr As Shiddiq Ra, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ; Ya Rasullullah, Bisakah seseorang dipanggil dari semua pintu? Dia banyak shadaqah juga, dia banyak shalat sunnah, dia banyak puasa juga, Rasul berkata: نَعَمْ وَأَرْجُوكَ أَنْتَ مِنْهُمْ يَاأَبَابَكْر ) Ya, bisa dipanggil dari semua pintu, dan aku berharap engkau di antara mereka wahai Abu Bakar).
Sampailah kita pada hadits mulia ini, dimana Rasul SAW besabda : الصيام جنة , puasa itu adalah benteng penghalang. Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari bisyarh Shahih Al Bukhari menjelasakan, maksudnya penghalang dari neraka dan kemurkaan Allah karena orang yang berpuasa itu pasti dicintai Allah, kenapa bisa pasti dicintai Allah?, lihat hadits selanjutnya
اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَيَجْهَلْ وَاِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقٌلْ إِنِّيْ صَائِمٌ مَرَّتَيْن
, jangan sekali berucap kalimat – kalimat yang hina disaat puasa juga disaat selain bulan puasa, tapi disaat puasa usahakan lebih lagi jangan mencaci, jangan menggunjing, jangan mengumpat, jangan membicarakan aib orang lain, فلا يرفث ولايجهل jangan pula mengucap kalimat-kalimat yang menipu orang lain , kalimat-kalimat yang hina .
وَاِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقٌلْ إِنِّيْ صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ
( kalau ada orang mengajaknya berkelahi atau mengajaknya bertengkar, jawablah “ sungguh aku ini puasa, sungguh aku puasa “, dan kecuali kalau seandainya nyawanya terancam, kalau nyawanya terancam, Badr Al kubra di bulan Ramadhan (maksudnya perang badar adalah di bulan ramadhan dalam keadaan mereka puasa ramadhan.
Tentunya, jiwa harus dipadamkan dari emosi semampunya disaat kita puasa ramadhan . Jiwa yang padam dari emosi adalah jiwa yang paling banyak diberi rahmat oleh Allah, bukan tidak boleh marah, buktinya perang Badr Al Kubra tanggal 17 Ramadhan di bulan puasa, tapi jiwa mereka tidak dipenuhi emosi, jiwa mereka dipenuhi keinginan agar orang –orang itu masuk dan kembali kepada kemuliaan; (yaitu) orang–orang Kuffar Quraisy yang memerangi Nabi SAW. (para sahabat) Tidak dipenuhi emosi di dalam hatinya, karena hati mereka tersucikan daripada sifat amarah karena hawa nafsu, semacam kemuliaan–kemuliaan para Sahabah Al Akaabir (para sahabat besar); Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah, Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib dan mereka Khulafaa’ Ar Rasyidin dan lainnya, kesemuanya itu adalah orang–orang yang santun, orang–orang yang mulia. Hingga ketika seseorang telah terjatuh pedangnya, yang berhadapan dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah disaat beliau tidak mau menyerangnya, orang itu meludahi wajahnya, bunuh aku!!, malah Sayyidina Ali pergi. (para sahabat bertanya) Kau sudah mengalahkan musuhmu, sudah jatuh pedangnya kenapa kau pergi? (tidak langsung membunuhnya), (maka berkata Sayyidina Ali kw) Dia meludahi wajahku, kalau aku memukulnya atau membunuhnya, aku takut kalau itu terjebak pada hawa nafsu dan amarahku. Ini adalah Sayyidina Ali kw, (sangat takut terjebak hawa nafsu padahal hatinya sangat suci) apalagi kita..
Kembali kepada masalah Hadits yang kita bahas “ mundurlah daripada segala pertikaian dan pertengkaran, katakan : Aku puasa, aku puasa”. (lalu kelanjutan hadits)
وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَخَلُوْفِ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَاللهِ تَعَالىَ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَه وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ اَلصِّيَامُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ وَاْلحَسَنَةُ بِعَشْرِأَمْثَالِهَا
Demi Allah SWT yang menggenggam jiwaku, kata Sang Nabi Aroma yang tidak sedap dari mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi dari wanginya misik, kenapa? Apakah Allah menyukai aroma yang tidak sedap? tentunya bukan itu maksudnya, penjelasannya pada Hadits selanjutnya ; يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ , karena ia rela, siapa orang yang senang kalau seandainya dari mulutnya tercium bau yang tidak sedap?!, tentunya tidak suka. Tapi ia rela itu, ia terima itu ia menahan laparnya dan hausnya, karena menginginkan menjalankan perintah Allah, maka hal yang seakan-akan buruk, dihadapan Allah lebih indah. Malam kemarin saya berikan contoh, saya perjelas lagi seperti ini ; Kalau kita kedatangan tamu empat orang misalnya, yang tiga orang mengenakan pakaian yang bersih, rapi dan sopan dan yang satu pakaiannya kotor penuh lumpur, tentunya yang dihargai yang berpakaian bersih. Kini masuk ke istana, rumah mewah dengan pakaian kotor penuh lumpur, tetapi ketika ditanya kau ini dari mana? Aku ini datang dari jauh, jalan kaki kesini masuk melewati hutan belantara melewati lumpur dan lain sebagainya, mana yang lebih dihormati?, yang berbaju bersih atau yang berbaju kotor?, (tentunya) yang berbaju kotor, kenapa? Karena ia lelah untuk datang bertamu kesini datang jauh–jauh, walaupun tampaknya seakan akan kotor, lusuh, tapi ia datang dari jauh dengan pengorbanan yang besar. Demikian yang dimaksud oleh Allah aroma yang tidak sedap di mulut orang yang berpuasa, dihadapan Allah lebih wangi daripada wanginya misik, maksudnya besarnya penghargaan Allah terhadap perasaan yang tertekan, dengan bau yang tidak sedap di mulutnya. Allah memahami perasaan manusia itu tertekan dan tidak suka dengan itu, maka Allah menghiburnya dan Allah mengatakan Aku menghargai lebih daripada wanginya misik. Nah, apakah membatalkan puasa kalau sikat gigi? Tidak membatalkan puasa, tetapi makruh hukumnya.
Lantas Allah meneruskan FirmanNya dalam Hadits Qudsi الصِّيَامُ لِيْ وَأَنَاأَجْزِيْ بِهِ, puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalas pahalanya. Semakin kita memperjuangkan puasa kita, maka semakin Allah memberikan ganjaran yang lebih indah. Hadirin Hadirat.. di hari–hari menjelang Ramadhan ini, segeralah selesaikan permasalahan kita dengan makhluk satu sama lain. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul SAW bersabda ‘’saling bermaaf–maafanlah kalian, menyelesaikan permasalahan kalian di dunia selagi masih bertemu disini, apa-apa dari harta, kan datang suatu masa dimana tidak lagi berlaku dinar ataupun dirham, maksudnya tidak lagi berlaku emas, perak, uang , semuanya tidak akan berlaku kelak di akhirat. Tapi mereka yang mempunyai dosa, perbuatan jahat pada saudaranya, akan diambil dari pahalanya. Jadi, alat tukar disana itu pahala dan dosa. Kalau punya pahala banyak ia kaya raya, (seperti orang yg kaya raya) di dunia kira–kira begitu, orang yang kaya raya di akhirat orang yang banyak pahalanya. Jadi, kalau dia punya kejahatan maka dia harus bayar, bayar dengan pahala bukan dengan uang, sekadar besar dosanya. Kalau habis pahalanya karena sudah digunakan untuk membayar hutang sana-sini, maka diambillah dosa orang itu sekadar kesalahan dia, dan dilimpahkan kepadanya Na’udzubillah..
Oleh sebab itu, jagalah hari–hari kita khususnya bibir kita jangan menggunjing orang lain, dan mengumpat. Dan Rasul SAW mengajarkan kepada kita riwayat Shahih Bukhari, suatu doa : اللَّهُمَّ أَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتًهُ فَاجْعَلْ ذلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلًيْكَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ , kalau sudah kadung mencaci orang, doakan orang itu . Mau minta maaf kepadanya, orangnya jauh atau orangnya sudah wafat, atau sulit ketemunya, maka doakan dia. Rasul SAW berdoa pada Allah: ‘’ Wahai Allah, Siapapun orang–orang beriman yang pernah kucaci, jadikanlah itu baginya kedekatan pada-Mu di hari kiamat. Didoakan orang yang pernah dia caci, itu bisa menjadi penawar bagi dosa–dosa yang dia lakukan, jadi orang yang menagih sudah didoakan ; (dicontohkan saling tuntut dihari kiamat) kau mencaci aku..!? iya, aku mencacimu tapi aku mendoakanmu juga .
Jika kalian berat meminta maaf kepada orang yang pernah kalian berbuat jahat, doakan dia, maafkan kesalahannya. Penemuan terbaru para peneliti di Amerika Serikat, bahwa orang yang mempunyai sifat pemaaf, lebih sehat jasmani dan rohaninya daripada orang yang tidak mempunyai sifat pemaaf. Bahkan diadakan penelitian bahwa orang–orang yang mengidap penyakit yang tidak pernah sembuh, atau penyakit yang menahun, merasa penyakitnya semakin reda ketika mereka bisa memaafkan orang yang menyakitinya, ini penemuan di Amerika Serikat baru–baru ini. Namun, kita sudah lihat pada sosok Sayyidina Muhammad SAW, orang yang paling lembut memaafkan semua orang yang memusuhinya, sebelum musuhnya meminta maaf .
Semoga Allah SWT memuliakan kita didalam rahasia kemuliaan ramadhan. Rabbi… Kami bermunajat memanggil nama-Mu yang maha luhur, Yang maha berkuasa atas segala kejadian, Yang maha menggetarkan setiap tubuh dan jiwa, Yang maha mampu menumbuhkan sifat–sifat suci di dalam sanubari, tumbuhkan sifat-sifat terindah dalam jiwa kami, padamkan keinginan-keinginan (buruk) didalam sanubari kami, tuntun ruh kami didalam kesucian Dzat-Mu dzahiran wa bathinan, tuntun kami kedalam kehidupan yang Engkau cintai, pastikan kecintaan-Mu menaungi hari-hari kami. Wahai yang maha memberikan samudera cahaya keridhaan-Mu setiap detik Kau tawarkan kepada kami… Rabbi.. Rabbi, Kami menerima kasih sayang-Mu, namun kami tidak tau bagaimana kami harus menjalankan apa yang Kau perintahkan didalam kesungguhan. Ya Rahman.. Ya Rahiim.. Kami ingin dekat dengan-Mu, kami rindu berjumpa dengan yang maha indah, kami rindu berjumpa dengan yang maha baik, kami rindu berjumpa dengan yang maha menyiapkan kami surga yang abadi, namun Rabbi.. segala kekurangan kami membuat kami malu untuk memintanya, namun ketika kami mengingat samudera kedermawanan-Mu yang maha luas melebihi segenap kedermawanan, maka kami memberanikan diri memanggil nama-Mu, memohon segala kelembutan, memohon segala hajat, memohon segala harapan, memohon segala keinginan, meminta terangkatnya segala kesulitan, meminta tersingkirnya segala musibah, meminta pada-Mu kebahagiaan dunia dan akhirat, dan hal itu bukan hal yang sulit bagiMu untuk mengabulkannya, pastikan di dalam perkumpulan mulia ini tidak satu wajahpun terkecuali Kau terangi dengan cahaya keindahan-Mu, tidak satupun dari semua nama kami terkecuali Engkau pastikan masuk kedalam surga-Mu, terkecuali Engkau pastikan dijauhkan dari api neraka, pastikan kami tidak melihat api neraka, pastikan nama- nama kami tidak ada di dalam penduduk neraka, pastikan kami wafat dalam husnul khatimah, pastikan kami dilimpahi kebahagiaan dunia dan akhirat. Rabbi.. inilah doa yang kami padukan di dalam samudera cahaya nama-Mu Yang maha Luhur..
فقولوا جميعا : يا الله…يا الله… يا الله …يارحمن يارحيم… لاإله إلا الله….لاإله إلا الله، محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمة حق عليها نحيا وعليها نموت وعليها نبعث إن شاء الله تعالى من الأمنين ..
Hadirin…
Akhir dari pembicaraan saya adalah, suatu riwayat yang diriwayatkan didalam riwayat yang tsiqah ‘’Ketika orang-orang yang telah masuk kedalam surga, terlihat di antara mereka wajah-wajah yang masih tidak tersenyum, lalu mereka berkata kenapa kalian belum bergembira, sedangkan disini adalah tempat kegembiraan yang abadi!? mereka berkata kami ingin melihat keindahan Allah, kami belum di beri kesempatan untuk melihat keindahan dzat Allah. Maka malaikat ditanya oleh Allah ; Apa yang mereka minta wahai para malaikat-Ku? Malaikat menjawab, Rabbi..mereka ingin melihat keindahan dzat-Mu, sedangkan mata mereka selalu berbuat maksiat, mata mereka selalu memandang banyak hal-hal yang haram di muka bumi, tiada pantas memandang keindahan dzat-Mu Wahai Allah.. Maka Allah berkata : Singkapkan tabir yang menghalangiKu dengan mereka, karena mereka pernah mengalirkan airmata rindu berjumpa dengan Ku, biarkan mereka melihat keindahan dzat-Ku. Pastikan mata kami memandang keindahan dzat-Mu Ya Rabb.. Ya Dzal jalaali wal ikraam..
Semoga Allah meringankan beban-beban kita, acara kita malam 17 Ramadhan semoga sukses, acara Haul Ahlul Badr kita akan mengadakannya insyaallah di Masjid At Tin pada tanggal 6 September 2009 pukul 21.00 WIB Malam 17 Ramadhan jika tidak ada perubahan tanggal ramadhan dari Menteri Agama. Kabar telah disampaikan kepada Guru Mulia kita Al ‘Allamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz, dan Beliau mengatakan majelis ini akan menjadi berkah sejati, majelis malam 17 Ramadhan itu akan menjadi keberkahan besar bagi Bangsa ini, ini menunjukkan Insyaallah yang hadir lebih banyak dari malam Nisf Sya’ban. Amin Allahumma Amin…Semoga acara ini sukses, dan semoga Allah memberikan segala kemudahan di dalam segala permasalahan yang muncul di Pemerintahan, yang datang kepada kita dalam acara ini dan dalam kehidupan sehari – hari. Amin Allahumma Amin..
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa
Thursday, 20 August 2009
Ibnu Sina, Pangeran Para Dokter
Posted by jalod99 | Filed under Tokoh
Merupakan kewajiban bagi kita untuk membicarakan Ibn Sina bila kita tengah membahas ilmu kedokteran baik ditinjau secara umum maupun khusus Islam. Tokoh yang dijuluki sebagai Syaikh al-Rais (Pemimpin para Cendekiawan) ini memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi dunia kedokteran sehingga para dokter mana pun selayaknya tidak akan melupakan atau mengabaikannya. Filsuf besar Muslim ini lebih dikenal sebagai “Pangeran Para Dokter” di dunia Barat selama berabad-abad dan di dunia Timur hingga saat ini. Di Barat ia dikenal dengan Avicenna.
Read the rest of this entry »
Semua Hal Yang Halal, Haram Dan Syubhat
Posted by jalod99 | Filed under Halal Haram Syubhat
قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْحَلَالُ بَيِّنٌ، وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشَبَّهَاتٌ، لَا يَعْلَمُهَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، فَمَنْ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ، اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ، كَرَاعٍ يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى، يُوشِكُ أَنْ يُوَاقِعَهُ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw :
“semua yg halal telah jelas, semua yg haram telah jelas, dan diantara keduanya terdapat hal yg syubhat (kurang jelas halal dan haramnya), kebanyakan orang tidak jelas mengetahuinya, maka barangsiapa yg menjauhi yg syubhat maka sungguh ia telah bersuci untuk agamanya dan harga dirinya, dan barangsiapa yg terjebak pada hal yg syubhat, adalah bagaikan penggembala yg menggembala didekat batas tanah larangan maka ia dirisaukan masuk kedalam tanah larangan, Ketahuilah bahwa setiap Penguasa memiliki batas larangan, dan batas larangan Allah di Bumi Nya (swt) adalah hal hal yg diharamkan Nya,Ketahuilah pada tubuh terdapat satu gumpalan daging, jika gumpalan daging itu baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika gumpalan daging itu buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, maka ketahuilah bahwa gumpalan daging yg dimaksud adalah hati ” (Shahih Bukhari)
Read the rest of this entry »
Doa Bepergian
Posted by jalod99 | Filed under Doa
Ada 2 jenis doa bepergian jarakjauh, pertama ketika akan bepergian waktu siang dan waktu malam. berikut tata caranya
Syaikh Haji Abdul Muhyi Pamijahan
Posted by jalod99 | Filed under Tokoh
{1650 – 1730M /1071 - 1151H}
Tasawuf Martabat Alam Tujuh
Abstrak
Hendaklah kamu sekalian bertakwa kepada Allah, berbaktilah kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkanmu, hormati dan muliakanlah tamumu, bicaralah dengan benar, senangkanlah orang lain, sekalipun kamu tidak dapat menyenangkan orang, janganlah kamu sedikit berbuat yang dapat menyusahkan orang, kasihanilah orang yang kecil hormati orang yang besar dan hargailah sesamamu,
…. hiduplah di dunia ini seakan mau melintasi jurang yang penuh dengan duri ….
{Wasiat Syekh Abdul Muhyi kepada putra-putri dan istri-istrinya sebelum malaikat maut menjemputnya}
Read the rest of this entry »